Pengendalian Panen Jahe

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

[pgp_title]

Sekarang kami akan ulas seputar Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!. Penanganan panen yang pas menghasilkan untung berlimpah. Sangat disayangkan jikalau gara-gara kesalahan panen, rentetan kegiatan sebelumnya yang sudah optimal menjadi sia-sia.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Tiga hal yang semestinya dilihat saat panen yakni:

  • Menghindari terbuangnya hasil panen. Tiap-tiap aktivitas panen berisiko kehilangan hasil panen, maka mesti diminimalisir.
  • Menghindari kerusakan hasil panen yang disebabkan kekeliruan metode panen.
  • Menghindari memanen buah / hasil panen yang masih terlalu muda.

Tenaga-hal tersebut bertujuan supaya hasil panen sesuai kemauan. Agar optimal dari segi kuantitasnya, yakni tonase (volume) hasil panen per satuan lahan. Juga dari segi kualitasnya, merupakan standar yang dibutuhkan pasar dan konsumen. Kecermatan pengelolaan panen, tentunya menghadirkan untung bagi petani yang membudidayakan.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Kapan melaksanakan pemanenan tanaman jahe, tergantung kebutuhan petani sendiri. Berkeinginan mewujudkan atau memasarkan hasil panen dalam wujud apa. Bila menanam jahe di pelataran dan mau memanennya sebagai bumbu dapur, minimal tanaman berusia 4 bulan. Tanaman jahe sudah bisa dipanen sewaktu-waktu kalau mau memanen sendiri sebagai bumbu dapur.

Seandainya ingin menawarkan jahe ke pasar industri sebagai bahan baku pembuatan produk turunan seperti obat herbal, jamu, dan yang lainnya, tanaman jahe semestinya berumur minimal 8 bulan. Meskipun umur optimal untuk kebutuhan industri, jahe dipanen pada usia 10 – 12 bulan.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Berikut tiga hal yang perlu diketahui sebelum Anda melaksanakan panen jahe

1. Tanaman Siap Panen

Menurut kebutuhan hasil panen yang telah dibahas di bagian sebelumnya, untuk yang dipasarkan di pasaran atau industri dalam jumlah banyak setidaknya tanaman jahe berumur 8 bulan. Dengan umur optimal 10 – 12 bulan. Sekiranya menuruti jadwal tanam, sudah dapat dikenal kapan semestinya memanen.

Ciri-ciri tanaman jahe yang telah siap dipanen massal, mulanya sebagain besar tanaman menunjukkan perubahan pada daun. Dalam satu luasan lahan yang ditanam berbarengan, hampir segala tanaman berubah serempak. Daun-daun yang mulanya hijau jadi menguning. Selang kemudian batang-batangnya mengering.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Sebelum berumur 12 bulan, rimpang-rimpang jahe masih menonjolkan aktivitas membesar. Setelahnya, rimpang jahe telah tidak dapat lagi membesar, dan di sinilah keadaan maksimal untuk lantas mengerjakan panen. Seandainya terlambat dipanen akan membikin rugi waktu. Kecuali itu, dapat mengakibatkan kualitas rimpang menurun pengaruh seluruh kemungkinan di lahan pertanaman jahe.

2. Persiapan Panen

Persiapan sebelum panen bertujuan menciptakan panen yang bagus. Untuk itu semestinya diatur sedemikian rupa jauh-jauh hari sebelum masa panen. Persiapan-persiapan panen yang dijalankan meliputi persiapan yang mendekati hari panen, dan persiapan-persiapan jauh hari sebelum panen. Inti persiapan yang dilaksanakan jauh hari sebelum panen, merupakan mengupayakan supaya elemen tumbuh tanaman konsisten pada keadaan maksimal hingga hari panen.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

a. Persiapan jauh hari sebelum panen

Pemasaran juga jadi pertimbangan sebelum panen. Bahkan pertimbangan itu sebaiknya sudah ada sebelum tanam. Sebab, menyangkut untung ruginya aktivitas budidaya. Akan percuma pengeluaran yang sudah banyak justru jadi merugi karena kurang jitu memutuskan. Upayakan meninjau prediksi harga pasar. Jangan hingga pada ketika panen harga di pasaran justru turun.

Penyebab harga di pasaran jelek karena jumlah permintaan lebih sedikit daripada jumlah penawaran. Jumlah yang berkeinginan membeli lebih sedikit daripada banyaknya stok jahe. Jahe jadi melimpah sehingga harga turun. Solusi dari prediksi harga di pasaran, lakukan penanaman jahe pada ketika harga sedang turun. Kemungkinan pada saat panen, harganya akan baik. Ini prediksi yang kerap dipakai.

Selain itu, perlu juga mempersiapkan konsumen pasar yang menampung hasil panen. Pasar menjadi elemen yang tidak dapat dipisahkan. Agar tak ada kekhawatiran, bangunlah jaringan pasar semaksimal mungkin, dan seluas-luasnya. Bila pasar dirasa sulit dijangkau, karenanya buatlah badan koperasi unit desa (KUD) guna menjamin pasar selepas panen.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Peran KUD selain menjamin pasar bagi petani, juga menolong dalam hal keperluan sarana produksi. Petani punya prestasi tersendiri apabila hasil panennya hingga ke pasar ekspor, tak terpaku pada agen atau tengkulak.

b. Persiapan mendekati hari panen

Persiapan yang perlu dikerjakan mendekati hari panen mencakup persiapan daya dan alat-alat panen. Sebelumnya, siapkan tenaga kerja supaya kegiatan panen berjalan lancar. Dalam setiap aktivitas budidaya tanaman bagus skala besar maupun kecil pasti ada kekuatan kerja yang menjalankan setiap pelaksanaan budidaya.

Hendaknya masukkan bayaran tiap-tiap energi kerja dalam anggaran, sekalipun dilakukan sendiri. Kekuatan sendiri juga mesti masuk perhitungan untuk memperoleh bayaran. Masih banyak juga petani yang bila memakai kekuatannya sendiri atau daya keluarganya seperti istri dan si kecilnya, tak dimasukkan dalam tarif tenaga kerja.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Berikutnya, persiapan alat-alat panen. Teknis pemanenan jahe saat ini kebanyakan masih secara manual. Masih bertolok ukur pada metode panen dan alat-alat simpel. Alat-alat yang diperlukan untuk panen jahe adalah cangkul, sabit, garpu tanah, karanjang pengumpul, serta alat pengangkut seperti angkong untuk mengumpulkan jahe yang sudah dipanen.

3. Level Pemanenan

Pertama, dikala mengerjakan panen merupakan melihat usia tanaman. Tanaman yang dipanen tak boleh terlalu tua atau terlalu muda. Tanaman dipanen ketika umur optimal. Tenaga ini berlaku bukan cuma untuk tanaman jahe, namun seluruh komoditi pertanian. Sekalipun dari tipe tanaman berumur pendek.

Perhatian berikutnya berkenaan dengan cuaca. Hindari panen saat terjadi hujan. Tentunya banyak kendala di lapangan jikalau panen terus dilanjutkan. Energi panen kesulitan memanen, membutuhkan daya lebih banyak untuk membersihkan rimpang serta berpotensi mengakibatkan kecelakaan kerja. Bila sudah terstruktur tapi cuaca hujan, sebaiknya panen diundur hingga cuaca cemerlang dan lahan tidak tergenang.

Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!

Urutan Panen Jahe

Sekiranya persiapan telah matang, panen dapat lantas dilakukan. Urutan dan metode panen jahe yang bagus ialah:

  • Buatlah ancak panen khususnya dulu. Jika kekuatan panen dibagi ke ancaknya masing-masing dengan kemauan pelaksanaannya serempak. Jika penanaman di bedengan, tentukan arah permulaan untuk panen. Arah selatan atau utara terutamanya dahulu. Langkah ini agar panen teratur, bagus untuk pembersihan seresah sisa panen, pengumpulan rimpang, serta tahap lainnya.
  • Untuk panen, bongkar tanah menggunakan pacul atau garu tanah. Lakukan secara hati-hati dan tak terlalu dekat dengan batang tanaman. Jangan sampai rimpang terkena cangkul.
  • Cabut batang tanaman, lalu angkat rimpang dari dalam tanah. Bersihkan rimpang dari tanah-tanah yang masih merekat.
  • Rimpang dikumpulkan ke dalam keranjang. Lalu dibawa menggunakan angkong ke daerah pengumpulan untuk tahap pencucian.

Masing-masing ragam jahe memberikan hasil panen dengan berat yang tidak serupa. Lantaran tiap tipe punya ukuran yang berbeda-beda. Jahe gajah cakap berproduksi sekitar 15 – 25 ton per Ha. Padahal jahe emprit yang ukurannya lebih kecil mampu berproduksi sekitar 10 – 15 ton per Ha.

Sekian informasi berkaitan dengan Memahami Cara Pengelolaan Panen Jahe yang Tepat? Mengapa Engga!, kami harap post ini membantu kalian. Tolong artikel ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *